Bising


Dia letih bukan menyerah.
Dia lari bukan pergi.
Dia menepi bukan menetap.
Baginya dunia tak ubahnya pementasan.

Manusia memiliki topengnya sendiri.
Mempunyai perannya.
Semua fana.
Semua tak nyata, palsu.
Dia lelah akan menuanya bumi.
Tumpulnya akal manusia.
Tak ada lagi kasih.
Tak ada lagi cinta.
Yang kuasa yang diagungkan.
Yang hebat yang meraja.
Yang kuat yang mengatur.
Semua hilang bagai debu, tak berarti.
Dimana kasih yang sering manusia sebut-sebut ?
Dimana kasih yang mereka elu-elukan ?
Dimana cinta yang mereka sebut hal istimewa, spesial.
Dimana mereka semua ?
Saat orang lemah itu teriak meminta tolong ?
Saat orang lemah itu tak berdaya ? Dimana mereka ?
Mereka lenyap tertelan desing peluru ego.
Semua pergi, tak bersisa.
Iklan
Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Baru


Bayangmu tak lagi mengikuti

Terhempas realita

Sosokmu tak lagi berkelebat dalam otakku

Kau musnah, bersama hari lalu

 

Tak terdengar lagi sedu sedan suaruamu

Tak terlihat lagi batang hidungmu

Tak tercium lagi harum ragamu

Kau hilang tertelan pekatnya sunyi

 

Kini, hanya pelangi di depanku

Tak ada lagi badai

Tak ada lagi rintik hujan yang mengiring

Dan kini hanya matahari yang ada

 

teruntukmu yang tak lagi menjadi mimpi indahku.

selamat menyongsong hari baru bersama gadismu.

tertanda,
Yasinta Dea E.

Categories: you've never read | Tinggalkan komentar

Mas


maddox

Mas..namamu meracau  otakku
Suaramu menghunus alam sadarku
Membawa aku melayang diantara gumpalan awan putih
Dan ketika aku terbangun, aku  terpelanting jatuh ke bumi

 

Mas..kamu masih bayang-bayang
Hitam, putih, dan abu-abu ragamu
Mas..aku menggila
Karena tak kunjungku temukan sosokmu

travis

Mas..kamu masih setia menjadi khayal
Yang tak tahu kapan menjadi nyata
Kamu magnetku untuk melangkah maju, walau kau masih samar
Mas..aku menunggu waktu berpihak untuk kau dan aku

holding_hands_01_by_sovislis-d5flp1c

*Terinpirasi dari tulisan Rose at The Second Sight

 

Untuk Masku yang entah ada dimana,
pasangan tulang rusukku.
If u’r my soulmate I’ll call u Mas cause Mas for me is sexiest call

tertanda,
Yasinta Dea Erasseptiani

Categories: you've never read | Tinggalkan komentar

Surat Kecil Untuk Pak Presiden


Yang terhormat Bapak Presiden,
Perkenalkan, saya adalah seorang pelajar yang sedang dalam kerisauan menunggu pengumuman tentang kelulusan SMA. Pak, saya hanya ingin bertanya mengapa kami sebagai penerus generasi bangsa harus diberikan momok UN sebagai tolak ukur untuk layak atau tidaknya kami lulus. Tidakah, itu tidak adil, Pak ? Kami bukan kelinci percobaan atau boneka. Yang tahu kami layak untuk lulus bukankah sekolah, sekolah yang tahu bagaimana keseharian kami, bagaimana kemampuan kami dan potensi kami, bukan UN. UN bagi saya dan mungkin bagi beberapa pelajar hanya sebagai momok, apalagi pada pelaksanaan UN tahun ini, kami sudah kalah Pak sebelum berperang, kami mati dini, mental kami. Yang saya lihat dan dengar dari berita-berita di TV pembelajaran di daerah luar Jawa sangat berbeda jauh dengan di dalam pulau Jawa, mereka tidak mendapat fasilitas yang layak untuk proses pembelajaran, tenaga pelajar kurang dan berbagai problem lainnya yang mengahambat proses belajar mengajar. Apakah itu adil jika semua disamaratakan dengan UN ? Kami dibebani oleh 20 paket soal dalam satu ruangan, sistematika pengisian LJUN yang menurut saya ribet, kertas LJUN yang tipis dan barcode soal yang bilamana terjadi kerusakan dalam pengisian LJUN kami, kami harus pula mengganti lembar soal dan juga paket C yang diadakan setelah UN utama selesai . Saya juga pernah menonton siaran berita yang memberitakan tentang beberapa pelajar tidak lulus UN, padahal dia termasuk dalam murid yang pintar ? Tidakah, akan terjadi pengangguran yang semakin melonjak setiap tahunnya Pak ? Pak, masa depan kami harus berakhir di sini bila kami tidak lulus UN ? Haruskah masa depan kami pupus, padahal kami belum memulai untuk mengembangkannya ? Haruskah kami begini, Pak ? Haruskah UN menjadi tolak ukur kami lulus ? Haruskah generasi penerus bangsa diberi momok seperti ini Pak ? Berapa banyak lagi kata haruskah Pak, agar impian dan masa depan kami dapat kami raih dan tidak berhenti dan tersedat di UN? Pak, maaf bila saya kurang ngajar dan tidak sopan, saya hanya ingin mengapresiasikan kerisauan hati saya yang menunggu pengumaman lulus SMA, yang sebelumnya harus saya lewati dengan mengikuti UN. Saya tidak tahu harus berkeluh kesah kepada siapa lagi perihal ini Pak. Terimakasih jika Bapak telah menyempatkan diri membaca surat dari saya, sekali lagi saya mohon maaf.

Categories: Uncategorized | 2 Komentar

Berbeda


images (1)

Engkau yang memudar dalam angan

Engkau yang terjarak dalam realita

Engkau yang berupa imaji

Harapan dan realita bersilang jalan

 

Dekat namun tak tergapai

Ada namun tak terdekap

Menjelma dalam kelam

Memupus semua khayal

 

Berdiri tegak melawan angin

Angkuh tak terbantah

Kabut tipis yang menjaga

Namun mampu menghalang

 

Dunia tak lagi berkonspirasi

Tak lagi berpijak pada galaksi yang serupa

Kau tak lagi di sana

Kau bermetafora, asing …

45 menit saat Try Out Sosiologi akan usai.

Tertanda,

yang melihatmu dalam jarak walau jarak tak berjarak….

Y.D.E.

Categories: you've never read | Tinggalkan komentar

Sebelah Pihak


  Cinta-Bertepuk-Sebelah-Tangan1-290x290

Mengertikah kau tentang rasa bertepuk sebelah tangan

Berjalan sendiri dalam pilu rasa

Membias dalam angan yang tak berujung

Aku dan rasaku sendiri

 

Menikam rindu yang terus membumbung

Tak bertuan dan tak bertujuan

Kau dan Aku berpijak pada dunia yang bersebrangan

Tak saling tarik menarik

 

Pernahkah selintas aku berada di dalammu

Pernahkah kau memikirkan sedikit aku

Pernahkah aku berkelabat dalam hidupmu

Pernahkah namaku ada dalam rapal doamu

 

Selalu terlintas angan tentangmu

Selalu teriring doa untuk mu

Selalu memimpikan mu

Selalu ingin memilikimu

 

Rasa bertepuk sebelah pihak….

Hanya aku dan rasaaku

Hanya tuhan dan aku yang tau

Hanya aku dan mimpiku yang tau

Hanya aku dan segelintir sahabatku yang tau

salam sayangku untukmu

semoga selalu ada pelangi dalam hari mu 🙂

– astrid anggita pramana 😀

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Surat Cinta Untuk Om Haris Risjad


dear om Haris Risjad,

 

sebenarnya om gue bingung mau nulis surat cinta apaan buat lo, tapi let me try, how about poem ? ya walau nggak bisa-bisa amat sih bikin puisi tapi yaudahlah yaah …

 

kau bayang imajiner

ada namun tak tergapai

nyata namun angan

hadirmu seperti angin

dirasa namun tak terdekap

dan hadirmu dalam batas maya

menunggumu, sama dengan menunggu hal yang tak pasti

sia-sia dan tak berujung

kau hadir dengan sejuta warnamu

kau dan dunia yang kau punya

pemuja wanita

wanitamu bertebaran

wanitamu tak terhitung

hatimu telah memilih

setia, setia pada satu wanitamu

dan kau tetap indah dalam batas angan

untukmu yang masih berupa imaji.

 

yaudah om sekian dan terimaksih om maaf kalau itu puisi aneh gue bingung, kalau om tanya gue pernha bikin puisi cinta apa nggak berani-beraninya ngasih om puisi cinta yang aneh ?! gue bakal jawab pernah om tapi nasib puisi cintanya nggak pernha dibaca, nah dari pada gue bikin puisi cinta muzabir untuk dia, mending untuk oom ya ntah dibaca apa nggak. salam 🙂

 

 

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Membumbung Angan


Membias dalam angan

Mencipta imaji

Membumbung angan

Realita menghempas

Disini mencipta rindu

Setia, hingga langit memudar senja

Teronggok sunyi

Kau masih bayang imajiner

Merengkuh angin, sia-sia

Jarak yang bicara

Nyata nelangsa

Masih dengan setia

Long-Distance-Relationship-Engagement-Wedding-Planning-14

Beberapa menit sebelum

Pelajaran Agama Islam usai.

teruntuk sahabat yang merindu kasihnya dalam jarak

kau tetap ceria Astrid Anggita.

Yasinta Dea Erasseptiani 🙂

Categories: you've never read | Tinggalkan komentar

Dari Hati


images (2)

Untukmu yang memburam dari angan
Untukmu yang memudar dari rengkuhan
Untukmu yang masih berupa angan
Untukmu yang tak ada dalam nyata milikku

 

Desahan nafas yang berhembus
Angin yang masuk melalui cela-cela
Membawa harum tubuhmu
Menggelitik, merasuk jiwa

 

Untukmu yang selalu ku rapal namamu dalam doa
Untukmu yang memberi senyum
Untukmu yang memberi tawa
Setia menanti

 

Senja hadir dalam seburat jingga
Setia pada langit yang memudar
Aku teronggok disudut hati
Menanti angin meniupkan hembusan nafas
Membawanya pergi dan terjatuh padamu

 

Suara hati menjerit
Namun kelu diujung bibir
Sulit terucap namun menggebu-gebu
Menerka-nerka dalam sanubari jiwamu

 

Logika berbicara dan idealisme mengalah
Angan terbang melambung namun nyata menyadarkan
Disisiku namun tak tergapai
Kau dan Aku tanpa kita

heartenvelope

untukmu yang setia berkelebat dalam hati

menghantui pikiran namun tak bisa digenggam , sebelah pihak
semoga kau membaca surat ini dan mengerti maksudku

salam penuh harap,

yasinta dea erasseptiani 🙂

Categories: you've never read | Tinggalkan komentar

Tak Terucap


Dunia seakan berkonspirasi

Dua belas tahun, namun biasa

Penghujung masa putih abu

Menggerayapi seluruh nadi

 

Berdetak tak beraturan

Lengkung bahagia tercipta

Dunia tak lagi monoton

Dunia tak lagi putih, hitam dan abu-abu

 

Kau serupa pelita

Menerangi setiap langkah kehidupan yang dicecap

Membimbing menuju perahu, mengaruhi semesta

Melihat keindahan yang ditawarkan

 

Namun semu

Khayal tersisa

Luka menganga

Semesta tak berucap

Menari bersama pilu

untukmu yang telah membuatku diam-diam jatuh hati padamu

saat dunia benar-benar berkonspirasi untuk menyadarkan aku

bahwa aku memiliki rasa untukmu namun baik kau dan aku tak berucap

sincerly :
Yasinta Dea Erasseptiani

Categories: you've never read | Tinggalkan komentar

Blog di WordPress.com.