Sebuah Kata Sejuta Makna


Pagi ini aku bangun agak males-malesan dari tempat tidur ku, yaitu karena sudah tiga minggu ini aku libur kenaikan kelas dan terbiasa bangun siang setiap libur. Dan sekarang aku harus segera beranjak dari singgasanaku kalau aku tak mau dihukum karena telat datang ke sekolah. Bukan karena harus bangun pagi saja aku malas hari ini, tetapi lebih karena aku sekarang harus masuk kelas baru dan temen-teman kelas sepuluhku sedikit sekali sekelas lagi denganku. Ya sekarang aku adalah siswi kelas XI IPS 1. Aku masuk IPS bukan karena aku tidak mampu di IPA tapi karena jurusan kuliah yang akan di ambilku nanti sangat erat hubungannya dengan IPS.

Dan benar saja di kelas baruku hanya ada 5 orang saja itu pun cowok semua yang cewek hanya satu tapi itu pun sedang menjadi panitia MABIS ( Masa Bimbingan Siswa ), nelangsalah aku sendirian di kelas baru.

Eitsss, tunggu dulu ada Sela” gumamku dalam hati.

Eh, De duduk sama aku yuk, akunya ga ada temen duduk nih “ pinta Sela. Pucuk dicinta ulam pun tiba, aku pun segera mengiyakan ajakan Sela.

Kami duduk dibangku paling depan, baru saat ini kami sekelas lagi setelah di Sekolah Dasar dulu dan berpisah saat Sekolah Menengah Pertama. Kami mulai bernostalgia dengan masa-masa SD dulu, maklum saja sewaktu SD kami cukup dekat.

Konyol banget ya dulu, cuma gara-gara salah satu diantara kita punya pacar, yang lain harus punya pacar” kataku sambil tertawa geli mengingat tingkah konyol kami sewaktu SD.

Iya bener itu semuakan gara-gara Nadeth yang ngusulin kita 30 hari mencari cinta, dan pasangan kita pun pura-pura ”  sambung Sela dan diikuti tertawa lepas dariku.

Setelah beberapa hari masuk kami pindah satu bangku ke belakang dan bangku kami yang tadi ditempati oleh penghuni baru.

“  Haii, nama kamu Yasinta atau Dea ? ” kata salah seorang penghuni baru tempat duduk kami yang dulu.

Oh, hai juga itu dua-duanya nama ku” kataku sambil tersenyum

Eh eh maaf ya aku enggak tau, emang nama lengkap kamu siapa ?

Iya nggak apa-apa nama lengkap ku Yasinta Dea, kamu siapa ?  “ kataku sambil mengelurkan tangannya.

Mila Rahmawaty, tapi kamu bisa manggil aku Mila

Salam kenal ya Mila, kalau sebelah kamu siapa ? “ jawabku ramah

Eka Imelia, biasa dipanggil Eka. Kamu ?

“  Yasinta Dea, oh ya kenalin juga temen aku

“  Hai, saya Marsella Devinta. Biasa dipanggil Sela, salam kenal ya

Hai juga Sela” jawab Mila dan Eka hampir bersamaan.

Semenjak hari itu kami berempat menjadi akrab. Kami saling tahu siapa saja orang yang Kami suka satu sama lain. Hingga suatu hari saat pelajaran kosong….

Zul, gue mau kasih tau lo sesuatu, tapi jangan bilang ke orangnya ya ?” kata Mila

Apaan ? iya gue janji nggak akan bilang ke orangnya dah “ jawab Nuzul

Gue lagi suka sama temen lo ” curhat Mila

Ha ? Siapa ? ” Nuzul agak terkejut mendengar pernyataan Mila

Dandun … ” aku Mila

Kenapa lo bisa suka sama dia, Mil ?” tanya Nuzul sambil tertawa

Soalnya dia itu orangnya gentle, baik, dan waktu kita mau manggung lo tau siapa yang

bawain keyboard gue saat semua orang sibuk dengan kepentingannya masing-masing ? cuma si Dandun doang Zul

Iya dia emang baik kok ke semua orang ” Nuzul mengiyakan pernyataan Mila

Iya kata temen gue waktu temen gue itu kena bola pas mereka main bola dalem kelas,

              bukan dia yang nendang dan kena temen gue tapi dia yang minta maaf  ” curhat Mila lagi.

Nuzul dengan sabar mendengarkan cerita Mila tentang pangeran pujaannya.

Haii Mil….” Sapaku  di tengah Mila  curhat dengan Nuzul.

Hhheeee hai juga De ” balas Mila dengan wajah sumringah.

Pasti lo lagi cerita itu orang ya sama Nuzul ?”  pernyataan yang aku  lontarkan mendapat anggukan oleh Mila, alasannya karena ia ingin mengetahui informasi lebih tentang Dandun melalui Nuzul teman terdekatnya Dandun. Saat mereka bertiga sedang mendengarkan cerita Mila tiba-tiba Sela dan Eka datang juga.

“ Zul, gue kan udah kasih tau siapa orang yang gue suka sekarang gentian elo, siapa orang yang lo taksir ?” tiba – tiba Mila menanyakan seperti itu kepada Nuzul.

Siapa ? nggak ada gue sih” jawab Nuzul asal kena sambil cengengesan gaya khasnya.

Alah boong nggak mungkin, ntar gue, Dea sama Sela sama-sama nyebutin kok”  desak Eka .

“Mussa, Mega, Danang ” kata Eka, aku, danSela hampir bersamaan.

Ihh, dibilangin nggak ada juga”  Nuzul mengeles

Serius sih kita kan udah nyebutin, wuu curang lo ” kali ini aku  yang mendesak.

Iya nih curang banget wuu” diikuti oleh Sela

Hhhaaa iya iya gue ngaku, namanya Rini , anak IPA 4 itu”  aku Nuzul

Oh, dia itu sih temen gue dari kecil ” sahut Mila

Eh, serius ?‼!” kata Nuzul terkejut dengan penyataan Mila itu.

Dari situ mereka berlima menjadi akrab dan berteman baik. Suatu hari kami merencanakan untuk pergi ke Karawaci. Dan kami mengajak Nuzul dan Dandun untuk pergi bersama dan teman sekelas kami Bowo dan Jaka. Tetapi saat pergi mereka minus aku karena aku harus pergi dengan remaja gerejanku ke pantai.

Saat hari H mereka menjemput Sela yang baru selesai ibadah di gerejanya.

Dimana ?  Sela mengirimkan sms kepada Mila

Di jalan di sini macet, kmu udh dmna ?  balas Mila

Oh, yaudah aku jga blum kluar gereja.

            Ya udah tnggu ya..

            Akhirnya setelah menunggu 10 menit-an rombongan Mila dan kawan – kawan datang juga. Dan mereka akhirnya langsung berangkat dari Serang.

Disana mereka bersenang-senang tapi keadaan sangat awkward buat Mila dan Dandun akhirnya rombongan cewek dan cowok terpisah, mereka bertemu saat mau makan siang itu perjanjian mereka.

Senin pagi mereka membahas kejadian kemarin, dan aku hanya menjadi pendengar yang baik karena aku tidak ikut bersama teman-temanku.  Seiiring berlalunya waktu ya walau pun tidak dalam jangka panjang pertemenan yang baru kami bangun mengalami jatuh bangun, mulai dari Nuzuli yang belakangan tertutup dengan kami berempat, konflik-konflik kecil antara Eka dan aku yang membuat aku yang cengeng menangis. Nuzul juga sering membuat aku nangis mulai dari dia memberi tahu kebiasaan buruk Mega tetapi aku tidak percaya. Mila dan Sela yang miss communication sehingga hampir menyebabkan perang dingin. Tapi itu semua dapat kamu lewati bersama, ada yang mengalah demi semua, menenangkan saat emosi, menjadi perndengar yang baik saat curhat, bersikap dewasa memandang semua, dan saling melengkapi satu sama lain. Dari situ kami mulai mengenal watak dari kami masing-masing, Sela yang pembawaannya dewasa, pintar, tertata dan sistem matis tapi terkadang konyol dengan tingkah lakunya yang upnormal. Mila yang childish karena maklum dia anak bungsu tetapi sikapnya itu membuat sahabat-sahabatnya sering tersenyum melihat tingkahnya, terkadang selfish dan keras kepala, tetapi baik hati, taat beragama dan paling nurut dengan orangtua. Eka yang tingkah lakunya yang tidak bisa ditebak kadang feminim, kadang tomboy, kadang jutek dan judes sekali tetapi bisa menjadi seorang yang paling baik hati dan Eka ini yang paling manis diantarakami berlima. Nuzul yang paling ganteng diantara sekawanan perempuan ababil ini paling jahil hingga sering membuat aku menangis karenanya tetapi paling sering direpotin oleh kami berempat. Dan aku, Yasinta Dea orang yang paling cengeng diantara mereka berlima dan gadis yang biasa saja yang beruntung memiliki sahabat-sahabat seperti mereka berempat.

Seminggu sebelum tahun baru datang kami berlima merencanakan akan mengadakan pergantian malam tahun baru bersama-sama.

Eh, giman rencana kita jadi ? tahun baruan bareng ? ” tanya Sela

Iya jadi dong harus ! tapi kita nanti mau beli apa aja buat di masak ? “ tanya Mila

Hmm, apa ya ? ya paling ayam sama ikan bakar aja gimana ? “ usul Sela

Iya gitu aja biar nggak ribet ! “ ujar Eka

Ok, klo gitu kapan kita mau belanja ? ” tanya ku

“ Sabtu aja gimana ?” jawab Mila

Semua meng-iyakan usul Mila dan kami memberitahu rencana ini terhadap Nuzul dan mengajak teman terdekat kami agar tambah ramai dan acara itu seperti biasa akan bertempat di rumah Mila. Tetapi saat hari H tiba, Eka tiba-tiba tidak bisa ikut karena ada acara keluarga. Kami selalu begitu setiap mengadakan hang-out bareng pasti minus satu tetapi diantaraEka dan aku yang minus. Tetapi saat malam minggu kesekian kami hang-out semua personil terkumpul termasuk aku yang kata mereka sering tidak ikut keluar bareng mereka.

Eh, tumben loh kita complit, biasanya kan selalu minus Dea kalau satnite begini “ ujar Eka

Eh, iya ya tumben banget loh” sahut Mila

“  Maaf maaf soalnya selalu tabrakan sama ekskul gue sih kalau kita mau satnite” aku nyengir kuda

Iya nih tau si Dea sok sibuk banget sih !” sahut Nuzul dengan muka sok serius dan rese

Ihh, lo tuh ngeselin banget sih ! udah diem aja, berisik tau ! ” protesku

Udah, udah kalian berdua itu berantem mulu jodoh loh entar” ucap Sela  sambil tersenyum kepadaku dan Nuzul

Ih, males banget deh jodoh sama Nuzul, jangan sampe ” aku berkomentar

Siapa juga mau jodoh sama lo, gue juga ogah kali” protes Nuzul

Eh, udah sih kalian berdua ini berantem mulu, udah diem ! ” Sela mencoba melerai kami berdua

Selalu begitu tidak di sekolah tidak di luar pasti aku berantem dengan Nuzul atau Nuzul berantem dengan Eka. Nuzul ini memang paling sering buat aku dan Eka kesal entah kenapa tetapi kalau terhadap Sela dan Mila, Nuzul tidak se-jail dan se rese itu.

Tidak terasa sudah setahun kami bersahabat dan sekelas bareng, hari-hari kami lewati dengan canda, tawa, tangis, amarah, senyuman dan kebahagian bersama. Semua dinamika persahabatan yang kami alami bersama dilewati dengan tetap percaya dengan sebuah kata dan sejuta arti yaitu “ Persahabatan “Karena sahabat selalu ada saat mereka membutuhkan, tidak pernah meninggalkan dan selalu memberi motivasi untuk maju walau yang lain sudah di depan, selalu siap mengulurkan tangan saat diantara kami terjatuh dan tertatih, selalu ada bahu untuk a shoulder to cry on, selalu ada senyum ceria untuk melewati hari bersama dan menatap masa depan, ada gelak tawa menghiasi hari kami, dan selalu mendukung satu sama lain untuk meraih cita bersama dan masa depan yang lebih cerah berasama dan hal itu terjadi karena kami sekumpulan remaja ababil  yang masih mencari jati diri dan selalu percaya dengan makna persahabatan.

And We Are M.N.S.E.D  😀

Gambar

Keep Solid Guys love you so much kiss hug *except Nuzul hhaaa always 😀

Iklan
Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: