Bukan Aku


Hal ini di mulai saat perbincangan kami

Aku dan Ibu berbincang tentang masa depan ku

Ibu ku tak pernah menghalangi pilihan anaknya

Ibuku selalu memberikan semangat terhadap pilihan anak-anaknya

Namun ibu ku berkata, berpikirlah realis bukan idealis

Sekarang harus kah aku menuruti kata-kata ibu ku

Haruskah aku menuruti kemauan ibu ku

Haruskah realitas mengalahkan cita-cita

Haruskah realitas menghempaskan impian ku

Haruskah aku memutar balik arah tujuan ku

Haruskah aku harus tak menjadi aku

Berapa banyak lagi kata harus kah yang ku pakai untuk mengubah haluan ku

Mengubah impian dan tujuan ku semula

Mengubah hati untuk perpindah haluan

Aku tak suka itu

Aku tak pernah berfikir untuk menjadi yang lain

Itu bukan jalanku

Itu bukan pilihan ku

Itu bukan cita-cita ku

Itu bukan aku

Sekali lagi realitas mengalah kan cita-cita

Cita-cita yang selama ini telah ku pupuk dan telah bertumbuh dengan subur

Di dalam hati, pikiran dan jiwa ku

Tertanda,

anak mu yang kehilangan arah tujuannya, bimbang dalam mewujudkan impian dan citanya, Ibu

Iklan
Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: