Bising


Dia letih bukan menyerah.
Dia lari bukan pergi.
Dia menepi bukan menetap.
Baginya dunia tak ubahnya pementasan.

Manusia memiliki topengnya sendiri.
Mempunyai perannya.
Semua fana.
Semua tak nyata, palsu.
Dia lelah akan menuanya bumi.
Tumpulnya akal manusia.
Tak ada lagi kasih.
Tak ada lagi cinta.
Yang kuasa yang diagungkan.
Yang hebat yang meraja.
Yang kuat yang mengatur.
Semua hilang bagai debu, tak berarti.
Dimana kasih yang sering manusia sebut-sebut ?
Dimana kasih yang mereka elu-elukan ?
Dimana cinta yang mereka sebut hal istimewa, spesial.
Dimana mereka semua ?
Saat orang lemah itu teriak meminta tolong ?
Saat orang lemah itu tak berdaya ? Dimana mereka ?
Mereka lenyap tertelan desing peluru ego.
Semua pergi, tak bersisa.
Iklan
Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: