Uncategorized

Bising


Dia letih bukan menyerah.
Dia lari bukan pergi.
Dia menepi bukan menetap.
Baginya dunia tak ubahnya pementasan.

Manusia memiliki topengnya sendiri.
Mempunyai perannya.
Semua fana.
Semua tak nyata, palsu.
Dia lelah akan menuanya bumi.
Tumpulnya akal manusia.
Tak ada lagi kasih.
Tak ada lagi cinta.
Yang kuasa yang diagungkan.
Yang hebat yang meraja.
Yang kuat yang mengatur.
Semua hilang bagai debu, tak berarti.
Dimana kasih yang sering manusia sebut-sebut ?
Dimana kasih yang mereka elu-elukan ?
Dimana cinta yang mereka sebut hal istimewa, spesial.
Dimana mereka semua ?
Saat orang lemah itu teriak meminta tolong ?
Saat orang lemah itu tak berdaya ? Dimana mereka ?
Mereka lenyap tertelan desing peluru ego.
Semua pergi, tak bersisa.
Iklan
Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Surat Kecil Untuk Pak Presiden


Yang terhormat Bapak Presiden,
Perkenalkan, saya adalah seorang pelajar yang sedang dalam kerisauan menunggu pengumuman tentang kelulusan SMA. Pak, saya hanya ingin bertanya mengapa kami sebagai penerus generasi bangsa harus diberikan momok UN sebagai tolak ukur untuk layak atau tidaknya kami lulus. Tidakah, itu tidak adil, Pak ? Kami bukan kelinci percobaan atau boneka. Yang tahu kami layak untuk lulus bukankah sekolah, sekolah yang tahu bagaimana keseharian kami, bagaimana kemampuan kami dan potensi kami, bukan UN. UN bagi saya dan mungkin bagi beberapa pelajar hanya sebagai momok, apalagi pada pelaksanaan UN tahun ini, kami sudah kalah Pak sebelum berperang, kami mati dini, mental kami. Yang saya lihat dan dengar dari berita-berita di TV pembelajaran di daerah luar Jawa sangat berbeda jauh dengan di dalam pulau Jawa, mereka tidak mendapat fasilitas yang layak untuk proses pembelajaran, tenaga pelajar kurang dan berbagai problem lainnya yang mengahambat proses belajar mengajar. Apakah itu adil jika semua disamaratakan dengan UN ? Kami dibebani oleh 20 paket soal dalam satu ruangan, sistematika pengisian LJUN yang menurut saya ribet, kertas LJUN yang tipis dan barcode soal yang bilamana terjadi kerusakan dalam pengisian LJUN kami, kami harus pula mengganti lembar soal dan juga paket C yang diadakan setelah UN utama selesai . Saya juga pernah menonton siaran berita yang memberitakan tentang beberapa pelajar tidak lulus UN, padahal dia termasuk dalam murid yang pintar ? Tidakah, akan terjadi pengangguran yang semakin melonjak setiap tahunnya Pak ? Pak, masa depan kami harus berakhir di sini bila kami tidak lulus UN ? Haruskah masa depan kami pupus, padahal kami belum memulai untuk mengembangkannya ? Haruskah kami begini, Pak ? Haruskah UN menjadi tolak ukur kami lulus ? Haruskah generasi penerus bangsa diberi momok seperti ini Pak ? Berapa banyak lagi kata haruskah Pak, agar impian dan masa depan kami dapat kami raih dan tidak berhenti dan tersedat di UN? Pak, maaf bila saya kurang ngajar dan tidak sopan, saya hanya ingin mengapresiasikan kerisauan hati saya yang menunggu pengumaman lulus SMA, yang sebelumnya harus saya lewati dengan mengikuti UN. Saya tidak tahu harus berkeluh kesah kepada siapa lagi perihal ini Pak. Terimakasih jika Bapak telah menyempatkan diri membaca surat dari saya, sekali lagi saya mohon maaf.

Categories: Uncategorized | 2 Komentar

Sebelah Pihak


  Cinta-Bertepuk-Sebelah-Tangan1-290x290

Mengertikah kau tentang rasa bertepuk sebelah tangan

Berjalan sendiri dalam pilu rasa

Membias dalam angan yang tak berujung

Aku dan rasaku sendiri

 

Menikam rindu yang terus membumbung

Tak bertuan dan tak bertujuan

Kau dan Aku berpijak pada dunia yang bersebrangan

Tak saling tarik menarik

 

Pernahkah selintas aku berada di dalammu

Pernahkah kau memikirkan sedikit aku

Pernahkah aku berkelabat dalam hidupmu

Pernahkah namaku ada dalam rapal doamu

 

Selalu terlintas angan tentangmu

Selalu teriring doa untuk mu

Selalu memimpikan mu

Selalu ingin memilikimu

 

Rasa bertepuk sebelah pihak….

Hanya aku dan rasaaku

Hanya tuhan dan aku yang tau

Hanya aku dan mimpiku yang tau

Hanya aku dan segelintir sahabatku yang tau

salam sayangku untukmu

semoga selalu ada pelangi dalam hari mu 🙂

– astrid anggita pramana 😀

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Surat Cinta Untuk Om Haris Risjad


dear om Haris Risjad,

 

sebenarnya om gue bingung mau nulis surat cinta apaan buat lo, tapi let me try, how about poem ? ya walau nggak bisa-bisa amat sih bikin puisi tapi yaudahlah yaah …

 

kau bayang imajiner

ada namun tak tergapai

nyata namun angan

hadirmu seperti angin

dirasa namun tak terdekap

dan hadirmu dalam batas maya

menunggumu, sama dengan menunggu hal yang tak pasti

sia-sia dan tak berujung

kau hadir dengan sejuta warnamu

kau dan dunia yang kau punya

pemuja wanita

wanitamu bertebaran

wanitamu tak terhitung

hatimu telah memilih

setia, setia pada satu wanitamu

dan kau tetap indah dalam batas angan

untukmu yang masih berupa imaji.

 

yaudah om sekian dan terimaksih om maaf kalau itu puisi aneh gue bingung, kalau om tanya gue pernha bikin puisi cinta apa nggak berani-beraninya ngasih om puisi cinta yang aneh ?! gue bakal jawab pernah om tapi nasib puisi cintanya nggak pernha dibaca, nah dari pada gue bikin puisi cinta muzabir untuk dia, mending untuk oom ya ntah dibaca apa nggak. salam 🙂

 

 

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Ayah, Mengapa ?


Areta gadis remaja yang selalu nampak ceria, bermata coklat dan memiliki rambut panjang terurai, tengah bersiap-siap untuk pergi sekolah. Duduk termangu di beranda menunggu temannya menjemput. Apa yang sedang di pikirkan gadis berusia 16 tahun itu ? Sekolahnya ? Teman-temannya ? Atau makanan apa yang akan dia makan di kantin saat jam istarahat ? Bukan, hal itu semua, melainkan ayahnya ya, ayah yang satu atap dengannya. Ayahnya yang sangat iya sayangi. Ayahnya yang sangat dekat dengannya namun menggoreskan luka yang samar dalam dirinya. Luka yang tidak pantas diterima atau di dapatkan oleh siapa pun. Pengkhianatan.

Pengkhiantan yang terlalu pedih, perih dan dalam untuk dirasakan. Ayahnya mencabangkan kasih sayang. Ayahnya mencabangkan janji yang terikar diantara beliau dan ibu Areta. Ayahnya berkhianat terhadap dia dan ibunya. Namun dia tak pernah sekali pun atau terlintas dalam pikirannya untuk membenci ayahnya, yang dia benci adalah pengkhianatan yang dilakukan ayahnya. Ya, bagaimana pun beliau tetap ayahnya yang sangat Areta sayangi. Areta lupa sejak kapan hal itu terjadi, entahlah pikirannya melayang berusaha mengingat pertama kali hal itu terjadi. Yang Areta ingat saat itu usianya 8 tahun, ya usia yang masih sangat dini untuk menerima hal ini. Ibu Areta memergoki isi sms suaminya itu dengan kata-kata mesra dari seorang PIL ( Perempuan Idaman Lain) dan perang mulut pun terjadi di depan mata Areta. Areta yang malang harus menerima peristiwa seperti itu diusia yang masih sangat dini.

Ayah, ini dari siapa ? Ayah ? ” tanya Ibu tak sabar
Salah sambung mungkin Bu ” jawab Ayah berusaha menenangkan
Gak mungkin di sini tertera nama Ayah, jadi, nggak mungkin salah sambung, Yah ” bantah Ibu berapi-api saat membaca sms yang terdapat pada handphone Ayah Areta. Saat istrinya terus membombardir dirinya dengan sejuta pertanyaan seperti seorang anak kecil yang ketahuan mencuri permen, Ayah Areta hanya diam seribu bahasa dan merasa bersalah. Ayah dan Ibu Areta tidak sehangat dulu lagi mereka berdua seperti menjalani kehidupan masing-masing dan larut dalam  tugas kantor yang menumpuk untuk melupakan kejadian itu. Namun, untunglah hal itu tidak berlangsung lama dan dalam waktu 3 hari suasana rumah Areta kembali seperti semula. Ayah dan Ibu Areta masing-masing saling maaf  dan memaafkan.

Areta kecil berfikir bahwa hal itu sudah cukup sekali saja terjadi namun nyata sudah dua kali terjadi ketika hari berganti minggu, minggu berganti bulan dan bulan berganti tahun. Tepat dua tahun setelah pertengkaran itu terjadi jadi perselisihan kembali, Ibu Areta memergoki isi sms suaminya dan seperti tahun kemarin pertengkaran mulut pun terjadi.

Ayah ! Ayah, belum cukup puas apa ? Setahun kemarin ? Dan sekarang terulang kembali ?! ” hardik Ibu Areta
” Apa maksud Ibu ? Ayah benar-benar nggak ngerti ?! ” 
jawab Ayah Areta bingung
Sudah, Ayah tidak usah berpura-pura nggak ngerti justru Ayahlah yang paling mengerti, apa yang Ayah lakukan kepada Ibu dan Areta ” bentak Ibu Areta suaranya menggelegar tidak dapat menahan emosinya lagi, ini sudah kedua kalinya suaminya mengkhianati dirinya.
Jelaskan kepada Ayah, apa maksud Ibu ? ” Ayah Areta masih tidak mengerti
Ini ! Apa ini Ayah ?! Siapa dia ? Salah kirim lagi ?! Tapi sms ini jelas-jelas untuk Ayah !!! ” Ibu Areta menunjukan isi smsnya
Eng…eng…i..ini..ini…memang salah kirim, Ayah nggak tau nomor ini ?!! ” jawab Ayah Areta gugup
Sudah, Ayah jangan mengelak lagi. Ibu sudah tau semuanya, Ibu sudah tau segala pengkhiantan yang Ayah  lakukan !!! Ayah pergi dari sini, pergi, pergi !!! ” bentak Ibu Areta berapi-api sambil melempari segala macam benda yang berada di dekat beliau.
Tidak banyak yang dapat dilakukan Ayah Areta dan saat memergoki putri kecilnya melihat semua kejadian itu, beliau mengelus lembut puncak kepala putrinya.
Jaga Ibu baik-baik ya Areta, Ayah pergi tapi nggak lama kok, sayang. Ayah janji semua akan kembali seperti semula ” terang Ayah Areta sambil terus mengelus kepala putri kecilnya dan menggendongnya ke kamar tidur.
Sekarang kamu tidur ya sayang, besok masih harus sekolah, kan ? ” tanya Areta sambil tersenyum dan menghapus air matanya sendiri dan putri kecilnya.
Semua akan baik-baik saja, ayah janji ” ucap Ayah Areta sambil mengecup kening Areta dan berlalu.
Berbeda dengan kejadian setahun lalu, Ayah Areta tidak pulang lebih dari seminggu dan suasana rumah sangatlah sepi benar-benar sepi hingga membuatnya merasa sendiri. Satu minggu ini Areta lewati tanpa semangat hidup begitu pula Ibunya, Ibunya seperti seonggok daging yang bernyawa namun tak berjiwa. Melakukan segala sesuatu seperti zombie dan sering melamun.
Dan seperti hujan badai yang usai dan menyisakan pelangi, kebahagian itu datang, Ayah Areta pulang dan orang tuanya sepakat untuk berbaikan demi Areta, demi masa depan dan kebahagiaan Areta. Namun, Areta tidak tahu bahwa tidak ada pelangi yang akan bertahan lama, semu.  Dan benar, Ayah tak pernah benar-benar jera untuk melakukan pengkhiantan kembali. Areta melamun memikirkan peristiwa beberapa tahun silam itu hingga tak sadar bahwa temannya sudah datang untuk berangkat bersama menuju sekolahnya.

Sepanjang perjalanan pikirannya melayang kembali pada pengkhianatan yang masih berlangsung saat ini. Sewaktu Areta duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, Areta menceritakan segala peristiwa dan rasa pedih yang ia rasakan selama bertahun-tahun kepada sahabat-sahabatnya, bukannya Areta ingin mengumbar aib tapi hanya ingin berbagi rasa pilu yang ia rasakan sendiri selama ini. Pernah sekali waktu Areta dan sahabat-sahabatnya mempunyai ide gila untuk menguak dimana letak rumah wanita yang menjadi idaman lain ayahnya. Namaun Areta melarang. “ Jangan ya papa itu orangnya curigaan kalau kita buntutin beliau pasti beliau curiga “ dengan segala resiko yang terjadi akhirnya mereka membatalkan niat tersebut.

Dalam setiap rapalan doa Areta selalu tersebut nama ayahnya
Mengapa ayah ? Apa yang salah ? Mengapa harus ayah ? Ada ibu yang sungguh sangat setia kepada ayah, ada ibu yang selalu mendampingi ayah saat suka dan duka ayah, kenapa harus ayah ? “ Areta hanya menangis dalam diam, meratapi nasibnya dan pengkhianatan yang terjadi pada Areta dan ibunya selama bertahun-tahun tanpa pernha ibunya ketahui. Areta hanya bisa mencurahkan isi hatinya pada Tuhannya, bebannya, lelahnya dan rasa sakit yang teramat. Karena Tuhannya Areta dapat bertahan, karena Tuhannya Areta masih dapat berpijak teguh pada bumi, karena pada Tuhannya, Areta percaya ada hari yang indah yang akan ada untuk ayah, ibu dan dirinya sendiri. Ya, Areta percaya bahwa Tuhannya telah merancang kebahagian yang sangat indah untuknya. Tuhannya tidak pernah terlalu cepat atau terlambat dalam menepati janji, semua akan indah pada waktunya. Areta harus merasakan berjuta-juta hujan dalam hidupnya sebelum ia dapat melihat pelangi yang paling indah dalam hidupnya.

Hari itu akan datang, hari dimana semuanya akan membaik, hari dimana Areta dapat merasakan hangat keluarga yang seutuhnya tanpa ayahnya diam-diam berbagi kasih sayang dengan orang lain.Hari dimana tidak ada kepalsuan dalam dirinya untuk selalu terlihat ceria dan bahagia namun tercabik habis di dalam. Dan sekarang, di sini Areta berpijak, SMAnya. Menatap lurus ke depan menyongsong hari yang cerah dan tetap percaya bahwa hari bahagia itu akan tiba, entah kapan. Kini dalam setiap perbincangannya dengan Tuhannya tidak pernah lagi ada keluh ” Ayah, mengapa?” karena telah ia serahkan seluruh luka dan beban pada Tuhannya. Percaya pada Tuhannya, tidak akan pernah ingkar janji.

teruntuk setiap luka dan setiap tetes air pilu
yang dirasakan seseorang dari  sebuah pengkhianatan.

Yasinta Dea E.

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Setia


Masih setiakah kamu dengan gadis-gadismu

Masih setiakah kamu dengan sederet kata-kata manismu

Masih setiakah kamu dengan sikap mu itu

 

Setia mu diumbar

Setia mu bertebaran

Setia mu pada setiap gadis yang kau jumpai

Setia mu bercabang

 

Berpijak pada dunia yang berbeda

Kamu utara, aku selatan

Kamu menjelajah, aku menetap

Kamu tetap mencari, aku telah menemukan

 

Namun, setia menunggu mu

Hingga kamu melihat ku dengan hati

Memperhitungkan aku setiap detik mu

Hingga dunia kau dan aku melebur

 

Namun kau terlalu angkuh

Datang seperti angin

Pergi seperti badai

Berlabuh sementara, lalu pergi terbawa derusan ombak dan karam

 

Menutup mata dan menulikan telinga, menjaga hati

Logika menyadarkan, namun hati melupuhkan

Melemahkan daya hingga bodoh

Sia-sia dan tak berujung, namun masih dengan setia

 

 

tertanda,

seseorang yang selalu menunggumu melihatnya dengan hati namun nyata

kau terlalu berharga untuk dimilikinya, terlalu sempurna untuk mengisi setiap detik hidupnya

Categories: Uncategorized | 2 Komentar

Kembali


Hari ini terulang kembali

Kau tak membawa kendaraan mu

Entah dimana kendaraan mu dan mengapa

Kau mengajak ku menuju sekolah kita

 

Kita berjalan bersisian

Dalam diam

Diam yang mendominasi, selalu

Namun diam pula menyuarakan hatiku

 

Kita dalam satu perjalan yang sama

Membias dalam sunyi

Berpendar pendar dalam hati

Perlakuan manis

 

Aku rindu

Senja membawa mu kembali

Senjaku tak temaram lagi

Senjaku menorehkan jingga

 

 

Untuk mu yang selalu ada dalam perbincangan ku dengan Tuhan

Terimakasih atas sedikit perlakuan manis mu

Semoga hari mu selalu diberkati 🙂

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Kenangan


Semua berubah

Semua tak kan sama

Seperti saat ini

Waktu tak pernah bergulir kembali

 

Waktu untuk mu akan menjadi kenangan

Kenangan akan menjelma masa lalu

Dan masa itu tak kan menghampiri ku lagi

Menikmati waktu yang tersisa

 

Masa putih abu dengan mu

Walau kau masih dalam mimpi

Bayang imajiner mungkin

Sebatas angan

 

Mengucap syukur karena Dia menghadirkan mu dalam dunia ku

Menciptakan kenangan manis diujung hari ku 

Dengan mu dan selalu kamu

Selalu membuat lengkung bahagia dalam hari ku

 

untuk mu yang membuat hari ku lebih ceria terlebih kemarin dan hari ini

mengusap kepala ku dengan kata andalan mu “gendut”

terima kasih karena kau menjadi kenangan yang indah walaukau bukan milik ku

 

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Hilang


Kau yang selalu merancu dalam otak ku

Kau yang selalu terselip nama mu dalam setiap rapal doa ku

Kau yang selalu ada dalam setiap helaan nafas ku

Dan kau yang selalu ada dalam setiap dunia ku

 

Kemana kau, hari ini

Tak ku lihat siluet mu hari ini

Kau hilang dalam bayang cakrawala

Kau hilang dalam pekatnya kesunyian

Kau hilang dalam angan

 

Dimana aku dapat menemukan sosok mu

Bila realita menghempaskan ku

Harapan pupus tak berbekas

Tak ada lagi asa yang ku rajut hari ini

 

Putus asa

Hingga biasnya malam merenggut jiwa

Tak ku lihat batang hidung mu

Hilang tak berbekas

Namun setia menunggu mu di ujung hari ku

 

 

Masih setia dengan harapan bahwa masih ada kau yang dulu, sayang

Dan aku masih setia menunggmu diujung hari ini.

Happy Sunday untuk mu semoga hari mu selalu diberkati.

 

 

 

 

 

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Jumat Kembali


Jumat kembali menjemput

Jantung ku berdegub tak beraturan

Bel terdengar nyaring

Semua berhamburan keluar kelas

Jalan-jalan dipenuhi lautan putih abu

Aku masih terdiam di bangku ku

Kau datang menghampiri

Mengajak ku berjalan bersama menuju tempat kita

Dimana kendaraan mu

Dimana kau saat kau bawa kendaraan mu

Meninggalkan ku dan berlalu begitu saja

Kau datang saat kau membutuhkan ku

Pergi begitu saja saat urusan mu telah usai

Angin lalu arti diri ku untuk mu

Namun, apa kau tau aku selalu bahagia untuk itu

Sebab aku dapat menikmati rasa itu kembali

Rasa ketika jalan menuju sekolah kita, bersama mu

Merasakan bersendagurau dengan mu lagi

Merasakan berjalan di samping mu kembali

Dan saat ini jumat kembali padaku

Jumat kembali membawa keajiban kecil untuk ku

 

 

Mungkin hingga saat ini kau tak pernah tau apa yang ku rasa

ketika jumat menjemput dan kau juga tak pernah tau

aku selalu berusah mendeskripsikan mu dalam butiran-butiran kata

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.